Mengenai Saya

Foto saya
Yogyakarta, D.I. Yogyakarta, Indonesia

Sabtu, 06 Oktober 2012

Audit. Bukti,Tujuan,Program dan KK Audit


Bab 6. Bukti audit, Tujuan audit, Program audit, dan Kertas Kerja

Auditor harus memperoleh bahan bukti audit yang cukup dan kompeten sebagai dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat. Pilihan akan bukti audit di pengaruhi oleh :
Ø Pemahaman auditor atas bisnis dan industry klien
Ø Perbandingan antara harapan auditor atas laporan keuangan dengan buku dan catatan klien
Ø Keputusan tentang asersi yang material bagi laporan keuangan
Ø Keputusan tentang risiko bawaan dan risiko pengendalian


§  AUDIT TOP-DOWN Vs. BOTTOM-UP
Bukti audit top-down berfokus pada upaya auditor dalam memperoleh pemahaman tentang bisnis dan industry, sasaran dan tujuan manajemen, bagaimana manajemen menggunakan sumber dayanya untuk mencapai sasaran, keunggulan kompetitif organisasi di pasaran, proses bisnis inti, serta laba dan arus kas yang dihasilkan.

Bukti audit bottom-up berfokus pada pengujian secara langsung atas transaksi, saldo akun, serta system yang mencatat transaksi tersebut yang pada akhirnya menghasilkan saldo akun. Meliputi beberapa bentuk penarikan sampel terinci yang mendukung saldo akun dan mengevaluasi kewajaran penyajian dari setiap rincian yang terakumulasi dalam laporan keuangan.

§  KEPUTUSAN PENTING TENTANG BUKTI AUDIT
Ketika merencanakan audit, auditor harus membuat empat keputusan penting tentang lingkup dan pelaksanaan audit. Keputusan tersebut meliputi :
-   Sifat pengujian audit
Mengacu pada sifat dan efektivitas pengujian audit yang akan dilaksanakan. Auditor juga harus mempertimbangkan biaya relative serta efektivitas prosedur dalam kaitannya dengan tujuan audit yang spesifik tadi.
-   Saat pengujian audit
Mengacu pada kapan auditor akan melaksanakan pengujian audit serta menarik kesimpulan audit. Banyak perencanaan audit, yang meliputi upaya memperoleh pemahaman tentang pengendalian internal, mengukur risiko pengendalian, dan penerapan pengujian substantive atas transaksi, dapat dilaksanakan sebelum tanggal neraca. Suatu keputusan penting dimana prosedur audit akan digunakan melibatkan pengambilan keputusan tentang konfirmasi piutang usaha pada tanggal sebelum akhir tahun buku.


-   Luas pengujian audit
Luas prosedur audit berkaitan dengan keputusan auditor tentang berapa banyak bukti audit yang harus diperoleh. Ukuran sampel untuk pengujian audit tertentu merupakan masalah pertimbangan professional.
-   Penetapan staff audit
Menyatakan bahwa auditor harus ditugaskan pada tugas-tugas yang telah ditetapkan dan disupervisi sesuai dengan tingkat pengetahuan, keterampilan, dan kemampuannya sehingga mereka dapat mengevaluasi bukti audit yang sedang di periksa. Penugasan yang secara relative lebih jelas, seperti memperoleh pemahaman tentang pengendalian intern, melakukan konfirmasi piutang usaha, pengujian transaksi, atau pengujian penerapan GAAP, dapat diberikan kepada personel yang masih baru dengan memperoleh supervise yang baik.


§ TUJUAN AUDIT SPESIFIK DAN BUKTI AUDIT
Lima asersi manajemen yang digariskan dalam standar auditing yang berlaku umum (GAAS) adalah sebagai berikut :
·      Keberadaan dan keterjadian
·      Kelengkapan
·      Hak dan kewajiban
·      Penilaian atau alokasi
·      Penyajian dan pengungkapan

Auditor mengidentifikasi tujuan audit spesifik berdasarkan asersi manajemen dalam laporan keuangan karena setiap tujuan audit memerlukan bukti audit yang berbeda pula. Tujuan audit dikembangkan pula untuk (1) transaksi relevan yang mempengaruhi piutang usaha, dan (2) aspek penting pada saldo akun piutang usaha sebagaimana dilaporkan pada tanggal neraca.

Tujuan Audit Untuk Keberadaan dan Keterjadian
Berkaitan dengan masalah keberadaan dan keterjadian biasanya auditor akan memastikan hal-hal sebagai berikut :
-      Validitas/pisah batas : semua transaksi tercatat benar telah terjadi selama periode akuntansi
-      Validitas : semua aktiva, kewajiban, ekuitas adalah valid dan telah dicatat sebagaimana mestinya dalam neraca.
Tiga alur transaksi utama, yaitu: penjualan kredit, penagihan, dan penyesuaian penjualan.

Tujuan Audit Untuk Kelengkapan
Auditor biasanya akan memastikan hal-hal berikut ini :
-   Kelengkapan/pisah batas : semua transaksi yang terjadi dalam periode itu telah dicatat
-   Kelengkapan : semua saldo yang tercantum dalam neraca meliputi semua aktiva, kewajiban, ekuitas sebagaimana mestinya.

Tujuan Audit Untuk Penilaian atau Alokasi
Auditor akan memastikan hal-hal berikut ini :
-   Penerapan GAAP, bahwa saldo telah dinilai untuk mencerminkan penerapan GAAP dalam hal penilaian kotor dan alokasi jumlah tertentu antarperiode
-   Pembukuan dan pengikhtisaran, transaksi telah dibukukan dan diikhtisarkan dalam jurnal dan buku besar
-   Nilai bersih yang dapat direalisasikan, saldo-saldo telah dinilai pada nilai bersih yang dapat direalisasikan
Auditor akan menggunakan pengetahuannya tentang GAAP, pengetahuan tentang volume kegiatan dalam bisnis, dan pemeriksaan bukti yang mendukung transaksi penjualan untuk menilai kelayakan penjualan menurut nilai kotornya.

Tujuan Audit Untuk Penyajian dan Pengungkapan
Auditor akan memastikan hal-hal sebagai berikut ini :
-   Pengklasifikasian, transaksi dan saldo telah diklasifikasikan dalam laporan keuangan
-   Pengungkapan, semua pengungkapan yang dipersyaratkan oleh GAAP telah tercantum dalam laporan keuangan
Tujuan audit akan membantu auditor dalam merencanakan bukti audit yang diperlukan. Dalam melaksanakan audit, auditor menerapkan prosedur audit untuk memperoleh bukti berkenaan dengan setiap tujuan spesifik.


§  BUKTI AUDIT, INFORMASI PENGUAT, DAN PROSEDUR AUDIT
Materialitas dan risiko, factor-faktor ekonomi, serta ukuran dan karakteristik populasi mempengaruhi pertimbangan auditor tentang kecukupan bukti audit. Sedangkan factor-faktor yang dapat mempengaruhi pertimbangan auditor tentang kompetensi bukti audit aalah relevansi, sumber, ketepatan waktu, dan objektivitas.

Data akuntansi dan Informasi penguat
Bukti audit yang mendukung laporan keuangan terdiri dari (1) data akuntansi yang mendasari, dan (2) informasi penguat yang tersedia bagi auditor. Auditor harus merancang suatu prosedur audit untuk memperoleh bukti penguat guna mendukung data akuntansi yang mendasari tersebut. Bukti documenter telah digunakan secara luas dalam auditing dan dapat dikaitkan dengan setiap tujuan audit spesifik, tergantung pada situasi yang ada.

Prosedur Audit
Adalah metode atau teknik yang digunakan oleh para auditor untuk mengumpulkan dan mengevaluasi bahan bukti yang mencukupi dan kompeten. Auditor akan mempertimbangkan bagaimana setiap prosedur ini akan digunakan ketika merencanakan audit dan mengembangkan program audit. Sepuluh jenis prosedur audit yang akan dibahas kemudian :
·      Prosedur analisis, terdiri dari penelitian dan perbandingan hubungan diantara data. Analisis regresi ini dapat melibatkan penggunaan data nonkeuangan maupun data keuangan.
·      Inspeksi, meliputi pemeriksaan rinci terhadap dokumen dan catatan, serta pemeriksaan sumberdaya berwujud. Auditor seringkali mempertimbangkan implikasi bukti dalam konteks pemahaman factor-faktor ekonomi dan persaingan entitas. Dengan demikian, auditor dapat menilai keaslian dokumen atau mungkin dapat mendeteksi keberadaan perubahan atau item-item yang dipertanyakan. Inspeksi juga memberikan cara untuk mengevaluasi bukti fisik.
·      Konfirmasi, adalah bentuk permintaan keuangan yang memungkinkan auditor memperoleh informasi secara langsung dari sumber independen di luar organisasi klien. Menyediakan bukti bottom-up penting dan digunakan dalam auditing karena bukti tersebut biasanya objektif dan berasal dari sumber yang independen.
·      Permintaan keterangan, meliputi permintaan keterangan secara lisan atau tertulis oleh auditor. Auditor juga dapat langsung meminta keterangan pada pihak ekstern, seperti keterangan langsung kepada penasihat hukum klien tentang kemungkinan hasil litigasi.
·      Penghitungan, dua aplikasi paling umum dari penghitungan (1) penghitungan fisik sumberdaya berwujud, (2) akuntansi seluruh dokumen dengan nomor urut yang telah dicetak. Teknik penghitungan ini menyediakan bukti audit bottom-up, namun auditor seringkali terdorong untuk memperoleh bukti top-down terlebih dahulu guna mendapatkan konteks ekonomi dari prosedur penghitungan.
·      Penelusuran, arah engujian prosedur ini berawal dari dokumen menuju catatan akuntansi, sehingga menelusuri kemabali asal usul aliran data melalui system akuntansi.
·      Pemeriksaan bukti pendukung, meliputi (1) pemilihan ayat jurnal dalam catatan akuntansi, (2) mendapatkan serta memeriksa dokumentasi yang digunakan sebagai dasar ayat jurnal tersebut untuk menentukan validitas dan ketelitian pencatatan akuntansi.
·      Pengamatan, kegiatan apat berupa pemrosesan rutin jenis transaksi tertentu seperti penerimaan kasm untuk melihat apakah para pekerja sedang melaksanakan tugas yang diberikan sesuai dengan kebijakan dan prosedur perusahaan.
·      Pelaksanaan ulang, auditor juga dapat melaksanakan ulang beberapa aspek pemrosesan transaksi tertentu untuk menentukan bahwa pemrosesan awal telah sesuai dengan pengendalian intern yang telah dirumuskan.
·      Teknik audit berbantuan computer, auditor dapat menggunakan perangkat lunak computer untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:
-      melaksanakan penghitungan dan perbandingan yang digunakan dalam prosedur analisis,
-      memilih sampel piutang usaha untuk konfirmasi,
-      mencari sebuah file dalam computer untuk menentukan bahwa semua dokumen yang berurutan telah dipertanggung jawabkan,
-      membandingkan elemen data dalam file berbeda,
-       memasukkan data uji dalam program klien,
-      melaksanakan ulang berbagai penghitungan

Hubungan antara prosedur audit, jenis bukti audit, dan asersi
Dalam situasi nyata, bagaimana prosedur tersebut dilaksanakan dapat mempengaruhi jumlah asersi yang berkaitan dengan bukti audit.


§  PEMROSESAN DATA ELEKTRONIK DAN PROSEDUR AUDIT
Pemrosesan data elektronik memiliki implikasi yang penting bagi pengumpulan bukti audit. Dalam EDI (Electronic Data Interchange) entitas dan pelanggannya atau pemasok menggunakan jaringan komunikasi untuk melaksanakan transaksi bisnis secara elektronik. Dalam image processing system, dokumen yang ada di- scanning dan diubah menjadi bentuk elektronik agar dapat disimpan dan digunakan sebagai bahan referensi, dan dokumen sumber tidak dapat dipakai setelah perubahan tersebut.

Pengaruh atas saldo akun dan golongan transaksi yang material
Auditor harus mempertimbangkan implikasi pemrosesan data elektronik atas saldo dan golongan transaksi yang material. Namun, penggunaan program computer yang serupa oleh perusahaan perangkat lunak computer yang hanya memiliki sedikit aktiva tetap, tidak akan memberi pengaruh audit yang signifikan.

Pengaruh terhadap sifat pengujian audit
Auditor dapat mempertimbangkan penggunaan teknik audit berbantuan computer untuk menilai secara langsung dan menguji catatan-catatan yang disajikan dalam bentuk elektronik saja. Pengendalian berkaitan dengan pengesahan, pengiriman, dan penerimaan informasi melalui faximile tersebut harus tetap dipertimbangkan dalam menilai keandalan atau reabilitas bukti.

Pengaruh terhadap saat pengujian audit
Apabila dianggap untuk memeriksa keaslian bukti documenter, maka auditor harus merencanakan saat pengujian yang konsisten dengan keberadaan bukti documenter yang tepat.

Pengaruh terhadap luas pengujian audit
Auditor juga dapat menggunakan computer untuk membagi-bagi populasi persediaan dan melakukan pengujian harga yang ekstensif atas persediaan dimana harganya diubah sampai 10% dari harga tahun sebelumnya, atau pengujian harga minimal yang serupa dengan harga tahun sebelumnya.

Pengaruh terhadap penetapan staf audit
Lingkungan audit tanpa kertas sedang menjadi kenyataan. Dewasa ini, para auditor sedang membicarakan tentang bagaimana memberikan keyakinan real-time atas laporan keuangan.


§ PROGRAM AUDIT
Program audit tersebut menyatakan bahwa prosedur audit yang diyakini oleh auditor merupakan hal yang penting untuk mencapai tujuan audit. Jenis pengujian yang termasuk dalam program audit sebagai berikut :
Ø  Prosedur analitis, meneliti hubungan yang dapat diterima antara data keuangan dan non keuangan untuk mengembangkan harapan atas saldo laporan keuangan
Ø  Prosedur awal, meliputi prosedur untuk memperoleh pemahaman atas (1) fktor persaingan bisnis dan industry klien, (2) struktur pengendalian internnya.
Ø  Pengujian estimasi akuntansi, biasanya meliputi pengujian substantive atas saldo.
Ø  Pengujian pengendalian,pengujian pengendalian intern yang ditetapkan oleh strategi audit dari auditor
Ø  Pengujian transaksi, pengujian substantive yang terutama meliputi tracing atau vouching transaksi berdasarkan bukti documenter yang mendasari
Ø  Pengujian saldo, berfokus pada perolehan bukti secara langsung tentang saldo akun serta item-item yang membentuk saldo tersebut
Ø  Pengujian penyajian dan pengungkapan, mengevaluasi penyajian secara wajar semua pengungkapan yang dipersyaratkan oleh GAAP

Maksud suatu program audit adalah untuk mengatur secara sistematis prosedur audit yang akan dilaksanakan selama audit berlangsung. Auditor mempertimbangkan bauran dari prosedur audit yang secara ekonomis dapat memberikan auditor keyakinan yang memadai tentang tujuan audit, dan akhirnya tentang laporan keuangan secara keseluruhan. Selama audit berlangsung, perubahan kondisi yang terjadi dapat menyebabkan perlunya modifikasi prosedur audit yang telah direncanakan.


§ KERTAS KERJA
Kertas kerja sebagai catatan yang disimpan oleh auditor tentang prosedur audit yang diterapkan. Kertas kerja memberikan :
-      Dukungan utama bagi laporan audit
-      Cara untuk melakukan koordinasi dan supervise audit
-      Bukti bahwa audit dilaksanakan sesuai dengan GAAS

Jenis kertas kerja
1.   Kertas kerja neraca saldo. Merupakan kertas kerja yang paling penting di dalam audit, karena: menjadi mata rantai penghubung antara akun buku besar klien dan item-item yang dilaporkan dalam laporan keuangan, memberikan dasar untuk pengendalian seluruh kertas kerja individual, mengidentifikasi kertas kerja spesifik yang memuat bukti audit bagi setiap item laporan keuangan.
2.   Skedul dan Analisis. Digunakan secara bergantian untuk menggambarkan setiap kertas kerja neraca saldo. Apabila beberapa akun buku besar digabungkan untuk tujuan pelaporan, maka harus disusun sebuah skedul kelompok/skedul utama. Setiap skedul seringkali menunjukan komposisi saldo akun pada tanggal neraca.
3.   Memoranda audit dan informasi penguat. Merujuk pada data tertulis yang disusun oleh auditor dalam bentuk naratif. Pelaksanaan prosedur audit yang melewati (1) lingkup pekerjaan, (2) temuan-temuan, (3) kesimpulan audit. Auditor juga dapat menyusun memoranda auit untuk mendokumentasikan informasi penguat sebagai berikut :
-   Salinan risalah rapat dewan direksi
-   Representasi tertulis dari manajemen dan para pakar yang berasal dari luar organisasi
-   Salinan kontrak penting
4.   Ayat jurnal penyesuaian dan jurnal reklasifikasi. Ayat jurnal penyesuaian merupakan koreksi atas kesalahan klien sebagai akibat pengabaian atau salah penerapan GAAP. Ayat jurnal reklasifikasi berkaitan dengan penyajian laporan keuangan yang benar dengan saldo akun yang sesuai. Meskipun klien tidak harus mencatat ayat jurnal reklasifikasi dalam pembukuan, namun untuk keperluan pelaporan, ayat jurnal tersebut perlu dimasukkan dalam kertas kerja neraca saldo dimana piutang usaha didebit untuk mengurangi uang muka pelanggan dan akun uang muka dari pelanggan.
Menyusun kertas kerja
Teknik-teknik dasar yang harus diperhatikan untuk menyusun kertas kerja yang baik adalah sebagai berikut :
-      Judul (heading)
-      Nomor indeks (index number)
-      Referensi silang (cros-referencing)
-      Tanda koreksi (tick marks)
-      Tanda tangan dan tanggal (signatures and dates)

Me-review kertas kerja
Review tingkat pertama dilakukan oleh supervisor dari penyusun, seperti atasan atau manajernya. Review dilakukan apabila pekerjaan pada segmen tertentu dalam suatu audit telah diselesaikan. Review lainnya dilakukan atas kertas kerja apabila pekerjaan lapangan telah diselesaikan semuanya.

Pengarsipan kertas kerja
Diarsipkan menurut dua kategori, yaitu: (1) file permanen, dan (2) file tahun berjalan. File permanen memuat data yang diharapkan tetap bermanfaat bagi auditor dalam banyak perikatan dengan klien di masa datang. File tahun berjalan memuat informasi penguat yang berkenaan dengan pelaksanaan program audit tahun berjalan saja. Item-item yang dijumpai dalam berkas permanen ialah:
Ø Salinan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga klien
Ø Bagan akun dan manual atau pedoman prosedur
Ø Struktur organisasi
Ø Tata letak pabrik, proses produksi, dan produk-produk utama
Ø Ketentuan dalam modal saham dan penerbitan obligasi
Ø Salinan kontak jangka panjang
Ø Skedul amortisasi kewajiban jangka panjang serta penyusutan aktiva pabrik
Ø Ikhtisar prinsip-prinsip akuntansi yang digunakan oleh klien

Kepemilikan dan penyimpanan kertas kerja
Hak kepemilikan oleh kantor akuntan tersebut masih tunduk pada pembatasan-pembatasan yang diatur dalam kode etik profesi auditor itu sendiri. Penyimpanan kertas kerja terletak pada tangan auditor, dimana ia bertanggung jawab untuk menyimpannya dengan aman. Kertas kerja yang tergolong sebagai file tahun berjalan akan disimpan selama file tersebut diperlukan oleh auditor untuk melayani klien atau diperlukan untuk memenuhi persyaratan hukum sebagai retensi catatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar